FREEDOM OF SPIRIT

"Life is looking deep into yourself,...reading into your deepest soul,..craving the wall of your heart,...and sucking it into the silence of sound", Adriansyah Jackataroeb, quoted from "The Rainbow in the Dawn". "I turn around in my saddle and seen behind me the waving,weaving mass of thousands of white-clad riders and, beyond them, the bridge over which I have come: its end is just behind me while its beggining is already lost in the mist of distance", quoted from Muhd.Asad, Road to Mecca.

Tuesday, February 07, 2006

Nabi Muhammad Yang kita cintai

Wahai pembaca yang budiman,

Nabi kita, Nabi ummat muslim, Muhammad Rasullullah SAW, yang namanya kupakai didepan nama anakku yang tercinta telah mendapat penghinaan dan pelecehan dari orang-orang yang bukan saya tidak bertanggung-jawab namun juga tidak mempunyai etika, moral dan sopan santun.

Saya sungguh tidak mengerti apakah dalam budaya barat melakukan pelecehan terhadap seseorang memang dapat dianggap sebagai bagian dari kebebasan pers??? Kalau saja yang dilecehkan itu George W. Bush atau Tony Blair, menurut hemat saya, boleh-boleh saja, kalau memang demikian yang berlaku dalam tatanan etika, sopan santun dan pergaulan mereka. Tapi kita sebagai muslim mempunyai tata aturan dalam hal sopan santun dan pergaulan yang berbeda. Kita sangat menghargai dan menaruh respek yang besar terhadap pribadi seseorang, bahkan kita dilarang membicarakan aib seseorang. Apalagi kalau apa yang kita bicarakan atau apa yang kita lakukan sudah menjurus kepada fitnah.

Memang pers barat tidak henti-hentinya untuk mendiskreditkan perilaku Nabi kita yang mulia. Tapi ibarat kata pepatah, bahwa emas tidak akan bisa menjadi loyang atau sebaliknya. Apapun pelecehan dan fitnah yang mereka lakukan kepada Nabi kita Muhammad Rasullullah SAW, tidak akan mengurang penghormatan dan kecintaan kita kepada beliau.

Tapi kitapun harus punya sikap. Kita harus memberikan perlawanan dengan cara-cara yang sederhana tapi ampuh. Beberapa negara Timur Tengah tidak membeli dan memasarkan produk2 Denmark. Barangkali cara seperti itu dapat kita tempuh namun dalam bentuk yang lain. Kita dapat secara positif memakai produk2 bangsa kita sendiri dan menghindarkan produk2 yang sealiran dengan sikap permusuhan yang ditunjukan oleh masyarakat barat. Ini dapat kita lakukan pada produk2 yang non essensial...sampai nantinya kepada produk2 yang menjadi tulang pungung industri mereka.

Demikian,
Wass,
Jacky

0 Comments:

Post a Comment

<< Home