FREEDOM OF SPIRIT

"Life is looking deep into yourself,...reading into your deepest soul,..craving the wall of your heart,...and sucking it into the silence of sound", Adriansyah Jackataroeb, quoted from "The Rainbow in the Dawn". "I turn around in my saddle and seen behind me the waving,weaving mass of thousands of white-clad riders and, beyond them, the bridge over which I have come: its end is just behind me while its beggining is already lost in the mist of distance", quoted from Muhd.Asad, Road to Mecca.

Friday, October 21, 2005

PERTAMINA IV: PETRAL????

Petral?!! Tahukah anda binatang apa itu? Petral tidak lain adalah anak perusahaan Pertamina yang bertindak sebagai broker Pertamina untuk pembelian crude oil dan produk2 minyak lainnya dipasar Internasional? Begitu pentingkah fungsi Petral sehingga diperlukan kehadirannya dalam bisnis minyak Pertamina? Apakah Pertamina tidak punya kemampuan melakukan pembelian langsung sehingga terpaksa memanfaatkan Petral sebagai kepanjangan tangan Pertamina dibisnis minyak?

Seperti yang kita ketahui dari berbagai berita yang ada di mass media, Petral adalah sumber atau pusat KKN sejak puluhan tahun yang lalu. Berbagai pergantian penguasa, Petral dijadikan objek pemerasan (sapi perah) oleh para penguasa Republik ini. Segala sogokan dan upeti dapat dilakukan melalui Petral dan ini tidak dapat disentuh oleh para penegak hukum dinegeri ini karena perusahaan itu didirikan atas dasar hukum negara lain. Dengan demikian para penegak hukum negeri ini tidak bisa sewenang-wenang memeriksa suatu perusahaan atau badan hukum dinegara lain. Ini adalah suatu strategi Pertamina untuk tetap eksis sebagai suatu perusahaan dengan membuat spv (special purpose vechile) dinegara lain. Meskipun begitu, tidak ada respon dari penguasa republik ini untuk melarang keberadaan Petral atau setidak-tidaknya memutuskan mata rantai bisnis Pertamina dengan Petral, agar kegiatan KKN Pertamina melalui Petral dapat diputuskan mata rantainya.

Petral dikelola oleh orang-orang Pertamina secara boros dan arogan. Tidak satupun yang dapat mengawasi kinerja keuangan Petral. Petral dapat semau-maunya menetukan margin atas crude oil yang dibelinya. Kehidupan para pejabat Pertamina yang mengelola Petral sangat berbeda pola hidupnya dengan pejabat Indonesia yang ada di Singapore. Mereka berlimpah-ruah dengan berbagai fasilitas mulai dari mobil, rumah dan biaya sekolah anak. Semua anak pejabat Pertamina yang ada di Petral dibiaya secara gratis untuk sekolah disekolah internasional yang biayanya puluhan ribu dollar setahun.

Salah satu supplier minyak langganan pernah mengeluhkan keanehan perilaku Petral yang selalu menolak bila ditawarkan harga crude yang murah. Mereka selalu mencari harga crude yang mahal walaupun dengan kualitas yang sama. Ketika ditanyakan kepada Petral, mereka menjelaskan bahwa komisi Petral didasarkan pada harga beli crude oil. Kalau mereka membeli dengan harga mahal maka komisinya akan besar, kalau membeli dengan harga murah maka komisinya menjadi kecil. Kita dapat membayangkan betapa tidak effisiennya cara kerja Petral. Hanya untuk menikmati komisi yang besar mereka terpaksa merugikan negara karena harus terbebani dengan biaya impor yang mahal dan itu akan tercermin dalam besarnya subsisdi yang harus ditanggung oleh pemerintah. Wallahualam.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home