FREEDOM OF SPIRIT

"Life is looking deep into yourself,...reading into your deepest soul,..craving the wall of your heart,...and sucking it into the silence of sound", Adriansyah Jackataroeb, quoted from "The Rainbow in the Dawn". "I turn around in my saddle and seen behind me the waving,weaving mass of thousands of white-clad riders and, beyond them, the bridge over which I have come: its end is just behind me while its beggining is already lost in the mist of distance", quoted from Muhd.Asad, Road to Mecca.

Monday, October 10, 2005

PERTAMINA II :Harga minyak mendekati $ 50,-- per barrel.

Perkembangan terakhir dari harga minyak dunia menunjukkan koreksi yang cukup besar. Meskipun sebagian masih diatas $60 dollar perbarrel, namun beberapa jenis sudah mendekati angka $50,- per barrel

Saudi Arabia: Arabia light $58.34/barrel
Arabian Heavy $52.99/barrel
Dubai Fatch $56.18/barrel
Iranian Heavy $55.24/barrel
Kuwait $ 54.65/barrel
Canada $lyoid Blend $40.89/barrel
Mexico Maya $51.08/barrel
Ecuador Griente $52.35/barrel

Apakah kita bisa berharap bahwa harga minyak yang ditetapkan oleh Pertamina akan turun? No way!! Pengalaman beberapa puluh tahun yang lalu ketika terjadi glut harga minyak dunia sehingga turun menyentuh $10/barrel dari $30/barrel, Pertamina bergeming untuk tidak menurunkan harga minyak dengan 1001 macam alasan. Jadi kalau nanti harga turun menjadi $40/barrel, jangan terlalu banyak berharap bahwa harga BBM yang di jual Pertamina akan turun.

Inilah yang menjadi permasalahan mengapa orang tidak pernah percaya terhadap penjelasan Pertamina. Sampai saat ini Pertamina tidak pernah menyampaikan secara transaparan berapa harga pokok BBM yang diproduksi oleh Pertamina. DPR sampai menangis darahpun tidak pernah berhasil untuk meminta agar Pertamina di audit secara keseluruhan. Orang2pun bertanya ada apa dengan Pertamina. Organisasi ini seperti hantu yang sulit di audit. Keberadaannya seperti ada dan tiada. Dia ada karena kalau tidak ada tidak mungkin kita bisa membeli BBM. Tapi dia tiada karena tidak pernah ada hasil audit Pertamina secara menyeluruh yang menyangkut semua bentuk/jenis usaha/kegiatannya. Sungguh suatu yang luar biasa sehingga Presiden SBY-pun tidak sanggup untuk memerintahkan audit terhadap Pertamina.

Apakah Pertamina banyak menjajalankan bisnis sebagai “agent of development”?Memang pada saat saya mengunjungi gelar/pameran Batik di Balai Sidang kemarin (9 Oktober 2005), ada beberapa perusahaan kecil (UMKM) yang menjadi binaan Pertamina. Cuma kita tidak pernah tahu berapa alokasi dana untuk kegiatan seperti ini? Ataukah ini hanya dipakai sebagai topeng semata untuk kegiatan lain yang berbau KKN? Oleh karena itu, kalau kita tidak bersikap transparan akan menimbulkan prasangka yang tidak perlu. Namun Pertamina selalu cuek dengan issue (transparan) dalam pengelolaan Pertamina.

Karena kekesalan yang menumpuk bertahun-tahun terhadap kebohongan demi kebohongan yang terjadi di Pertamina sehingga masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap perusahaan ini. Daripada susah2 meminta audit namun tidak pernah berhasil maka sebaiknya Pertamina dikerdilkan saja. Kita bebaskan saja bisnis BBM Pertamina dari monopoli menjadi persaingan penuh. Dengan banyaknya perusahaan berdagang BBM kita harapkan harga BBM bisa bersaing seperti persaingan yang terjadi pada harga/pulsa telpon seluler yang kita nikmati saat ini. Wallahualam

0 Comments:

Post a Comment

<< Home