FREEDOM OF SPIRIT

"Life is looking deep into yourself,...reading into your deepest soul,..craving the wall of your heart,...and sucking it into the silence of sound", Adriansyah Jackataroeb, quoted from "The Rainbow in the Dawn". "I turn around in my saddle and seen behind me the waving,weaving mass of thousands of white-clad riders and, beyond them, the bridge over which I have come: its end is just behind me while its beggining is already lost in the mist of distance", quoted from Muhd.Asad, Road to Mecca.

Wednesday, October 05, 2005

Pasar Saham Jakarta: Bullish atau Bullshit?

Pasar saham jakarta kembali marak dengan naiknya indeks(JSX)harga saham setelah terpuruk beberapa waktu yang lalu karena kekhawatiran investor asing akan memburuknya neraca pembayaran Indonesia karena meningkatnya harga minyak mentah dunia. Memang patut diakui bahwa pergerakan harga saham di JSX sangat dipengaruhi oleh selera pemodal asing. Kita tidak heran karena 70% dari kapitalisasi pasar saham Jakarta dimiliki oleh pemain asing. Tengok saja penjualan saham PT Sampurna yang diperkirakan akan membawa atau menambah pasokan dollar domestik, ternyata tidak demiukian halnya. Disamping keluarga sampurna minta diselesaikan transaksinya dengan dollar, pemilikan saham sampuran oleh publik ternyata sebesar 80% dimiliki oleh asing. Jadi kenaikan harga saham sampurna yang cukup besar sebagai akibat tawaran dari Phillip Moris, semuanya dinikmati oleh pemodal asing. Kalau demikian apa artinya pasar modal yang berkembang kalau hasil perkembangannya tidak memberikan arti positif bagi peningkatan kemakmuran rakyat (yang diwakili oleh pemain domestik)?

Berdasarkan laporan Mary Kissel dari Asian Wall Street Journal, kenaikan harga saham pasar Asia termasuk Indonsia lebih banyak ditentukan oleh pemain global (Global Investor) yang mencari yield yang tinggi di pasar Asia. Info dari Brad Durham, managing director, EmergingPortfolio.com, memberikan indikasi bahwa investor Amerika dalam 2 minggu terakhir memindahkan investasinya dari US asset ke non-US asset dalam jumlah yang sangat besar. Perpindahan inilah yang mendorong naiknya indeks harga saham di pasar Asia. Apakah ini akan sustainable dalam jangka panjang? Biasanya tidak karena mereka hanya sekedar pemain yang berjangka pendek. Kalau mereka melihat bahwa prospek untuk meningkatkan return akan tergerus oleh berbagai kebijakan pemerintah yang tidak kondusif maka dengan segera mereka akan memindahkan uangnya ke tempat lain. Akibatnya pasar saham yang tadinya kita perkirakan akan bullish ternyata hanya menjadi bullshit.
Yang sering merugi adalah investor domestik yang bermodal kecil dan tidak mempunyai peran dalam menentukan aktivitas pasar karena hanya merupakan "residual player".

0 Comments:

Post a Comment

<< Home