FREEDOM OF SPIRIT

"Life is looking deep into yourself,...reading into your deepest soul,..craving the wall of your heart,...and sucking it into the silence of sound", Adriansyah Jackataroeb, quoted from "The Rainbow in the Dawn". "I turn around in my saddle and seen behind me the waving,weaving mass of thousands of white-clad riders and, beyond them, the bridge over which I have come: its end is just behind me while its beggining is already lost in the mist of distance", quoted from Muhd.Asad, Road to Mecca.

Friday, September 30, 2005

Memakmurkan rakyat-Do we care?

Kalau kita berjalan-jalan ke desa-desa, tidak usah terlalu jauh dari Jakarta...cukup di desa-desa disekitar Bogor, rasanya kita turun dari kayangan menuju kesuatu tempat yang terasa asing bagi kita. Di Jakarta....apartemen dan rumah mewah (town house) terus dibangun dengan berbagai fasilitas yang luar biasa dan dengan harga setinggi langit dan katanya laku keras bak jualan kacang goreng. Sementara, didesa-desa kita lihat saudara2 kita hidup seperti tikus dalam comberan. Sarana dan prasarana sangat minim. Mereka mudah sekali terkena berbagai penyakit karena lingkungan yang kurang sehat. Siapa yang harus berempati kepada mereka? Siapa yang harus memperjuangkan kehidupan mereka agar sampai kepada taraf yang layak? Apakah kita akan membiarkan mereka terlindas arus globalisasi? Kehilangan kesempatan hidup layak karena tidak bisa bersaing secara ekonomi dengan penduduk di negara lain. Tidak ada yang membantu meningkatkan potensi mereka agar dapat berbicara di tingkat global. Mereka hidup dalam kemiskinan yang diliput dengan berbagai ketidak-berdayaan. Mereka tidak bisa bangkit. Nafas mereka hanya menunggu kapan dipanggil kembali oleh Yang Maha Kuasa. Akankan kita berdiam diri, membisu, memekakkan kuping dan membutakan mata terhadap semua kenyataan yang dihadapi oleh saudara-saudara kita? Wallahu alam. Selamat berpuasa.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home